Showing posts with label Buletin. Show all posts
Showing posts with label Buletin. Show all posts

Sunday, October 25, 2015

AT-TAZKIRAH
MAJELIS PENGAJIAN
Hmj-TARBIYAH STAIN MALIKUSSALEH LHOKSEUMAWE
2015-2016


)فصل فى شروط الصّلاة (
(Fasal) yang menjelaskan Syarat-Syarat Shalat)

الشرط ما ىتوقّف علىه صحّة الصّلاة وليس منها
Syarat adalah sesuatu yang tergantung shahnya (shalat) namun, bukan bagiannya.

وقدمت الشروط علي لأركان . لأنها اولي بالتّقديم.اذ الشّرط ما يجب تقديمه علي الصّلاة واستمراه فيها
Pembahasan syarat lebih sesuai didahulukan daripada pembahasan rukun. Sebab, syarat wajib di penuhi dahulu, sebelum shalat dan tetap terpenuhi selama shalat itu berlansung.

شروط الصّلاة خمسة اهدها طهارة عن حداث و جنابة
Syarat-Syarat Shalat ada Lima Pertama suci dari hadats dan Junub

الطهارة لغة النّظافة و الخلوص من الدّنس وشرعا رفع المنع المترتّب على الحدث او التّجس
Thaharah secara Etimologi : bersuci dan bebas dari kotoran. Sedangkan secara syara’ adalah menghilangkan halangan yang timbul dari hadats atau najis

فاالاولئ اي الطّهارة عن الحدث الوضوء وهو بضمّ الواو : استعمال الماء في اعضاء مخصوصة مفتتحا بنية وبفتحها ما يتوالضّأبه
Bersuci atau thaharah dari hadats, nomor satunya adalah Berwudhu’. “Kata Wudhu” وُضُوء dengan dhammah harkat huruf wawu, artinya mempergunakan air untuk anggota badan tertentu yang dimulai dengan niat. Sedangkan "wadhu"  وَضُوء dengan fathah baris huruf wawu, adalah air untuk berwudhu.

وكان ابتداء وجوبه مع إبتداء وجوب المكتوبة ليلة الاسراء
Permukaan diwajibkan berwudhu, bersamaan dengan permulaan kewajiban shalat fardhu, yakni pada malam isra’.

و شروطه اي الوضوء كشروط الغسل خمسة
Syarat-syarat wudhu ada Lima, sama dengan syarat –syarat mandi
احدها ماء مطلقو فلا يرفع الحدث ولا يزيل الفجس ولا يحصل سا ءر الطهارة ولومسنونة الا الماء المطلق
Syarat pertama , adalah air mutlaq, berarti tidak dapat menghilangkan najis, menghasilkan hadats, menghasilkan semua model thaharah lainnya kecuali air mutlaq. Walaupun thaharah itu yang di sunnatkan.
وهو ما يقع عليه اسم الماء بلا قيّد وان رشخ بخار الماء الطهور المغلّي او استهلك فيه الخليط او قيّد بموافقة الواقع كماء البحر
Air mutlaq adalah yang dinamakan air tanpa tambahan (lafad setelahnya) walaupun air itu hasil dari asap air air yang mendidih atau yang dilarutkan campurannya. Atau ada tambahan pada nama “air” bila mana tambahan ini untuk menjelaskan tempat/sumbernya . misalnya “air laut”
غلاف ما لا يذكر الاّ مقيّدا كماء الوراد
Berbeda halnya dengan air yang namanya tidak di sebut/ diucapkan kecuali mesti dengan ada tambahan kata, misalnya air bunga mawar.
غير مستعمل في فوض طهاوة (من رفع حدث اصغر او اكبر ولو من طهر حنفي لم ينوي او صبيّ  لم يميّز لطواف. وازا لة نجس ولو معفوا عنه
Air mutlak itu yang belum pernah terpakai, baik untuk menghilangkan hadats kecil atau hadats besar walaupun thaharah seseorang yang bermazhab hanafi yang tidak berniat, ataupun anak yang belum mumayyiz, untuk thawaf dan mencuci najis walaupun najis itu di maafkan.
قليلا اي حال كون المستعمل قليلا ايدون القلتين
Yang air bekasar (musta’mal) itu dalam jumlah sedikit. Kurang dari 2 kulah
فان جمع المستعمل فبلغ فلّتبن فمطهّر كما لو جمع الممتنجّس فبلغ فلّتين ولم يتغيّر وان  قلّ بعد بتفريقه
Bila air musta’mal itu dikumpulkan (dalam satu wadah) sehingga sampai jumlahnya dua qullah. Maka hukumnya dapat menyucikan sama halnya bila yang bernajis (mutanajis) di kumpulkan lalu sampai ukurannya 2 qullah. Serta tidak berubah (salah satu sifatnya yakni: rasa,warna,bau) sekalipun setelah dipisahkan nanti, jumlah menjadi sedikit
فعلم انّ لاستعمال لا يثبت الاّ مع قلّة الماء اي و بعد فصله عن المحلّ المستعمل ولو حكما كان جاوز منكب المنوضي او ركبته وان عاد لمحله اؤ انتقل من يد لأ خري
Maka dapat di maklumi bahwa kemuslamatan air hanya terdapat pada air yang sedikit, setelah terpisah dari tempat kegunaannya, sekalipun secara hukum-seperti air basuhan yang melewati pundak orang berwudhu atau lututnya. Walaupun kembali lagi ketempat semula, atau air yang berpindah dari tangan satu ke tangan yang lain.
نعم ,لا يضرّ في لامحدث انفصال الماء من الكفّ الي السّا عد ولا في الجنبي انفصاله من الرّأس الى نحو الصّدر ممّا يغلب فيه النقّا ذف  
  
Namu  demikian, tidak bermasalah bagi orang berhadats kecil berpindah wudhu’nya dari telapak tangan ke lengan dan tidak bermasalah bagi orang yang berjunub, berpindah air mandinya dari kepala kepada anggota tubuh . yang kebiasaannya tertetes air. Seperti dada dan lainnya.

AT-TAZKIRAH-ISLAHUL AHWAL
Ikuti dan ramaikanlah....!
Kegiatan pengajian ini
Bertempat di balai Mesjid Alue Awe
Setiap Sabtu
Pukul 09.00 s/d 11.30 Wib   

Buletin ini di terbitkan sebagai media komunikasi dan informasi HMJ-Tarbiyah STAIN Malikussaleh 2015-2016

Penanggung Jawab          : Zulfirman (Gubernur HMJ-Tar)
Ketua Pelaksana               : Tgk. Muslim
Sekretaris Pelaksana       :Tgk. Junaidi
Tim Redaksi                        : Reffhi Bahrizal